Aku menangis lagi...
aku jadi memikirkanmu, karena suatu hal..
Aku bodoh ya? Aku ini wanita macam apa yang terang2an menyukaimu, terang2an menyaksikan pengabaianmu, dan aku masih terus bertahan meskipun aku harusnya bisa membaca dari responmu ini kalo rasamu tak sama dengan rasaku...
Jangan tanya kenapa aku terus bertahan, aku sendiri tidak tau jawabannya, aku sendiri ingin menghentikan semua ini, ini terlalu menyiksa, tapi aku selalu gagal, aku selalu mengharapkanmu, berharap khayalan yang kubuat nyata, meskipun nyatanya aku sadar kalau kamu mengabaikanku, aku tau didepanmu aku sudah tak punya harga diri lagi, aku sudah jelas membuat pengakuan meskipun aku tidak cukup tangguh untuk langsung mengucapnya didepanmu, aku tidak punya cukup nyali untuk melakukan semua itu..
Terus saja kamu mengabaikan wanita bodoh sepertiku, jika rasamu memang tak sama lakukan itu hingga rasaku bisa berubah, terus sakiti aku hingga aku berubah pikiran, jangan pernah memaksakan untuk melakukan jika itu bukan keinginanmu, cukup terus seperti ini, cukup terus mengabaikanku sampai aku bisa mengabaikanmu...
Memang tidak mudah buatku untuk berlaku biasa aja didepanmu, hal sederhana yang kamu lakukan bakal membekas diaku, kelucuanmu yang sederhana bisa membuatku tertawa, juga pengabaianmu yang sederhana bisa membuatku menangis sejadijadinya..
Haruskah aku mengakhiri ini Anan? Haruskah aku melepasmu sebelum aku memperjuangkanmu? haruskah aku....
Maaf, aku selalu menangis, aku tidak bermaksud menyalahkanmu atas semua ini, semoga ini hanya sesaat, semoga dengan pengabaianmu aku juga bisa mengabaikanmu seperti kamu memgabaikanku...
Aku harus kuat kan Anan? Aku harus kuat meskipun aku dimarahin sanasini karena terus mengharapmu yang jelas mengabaikanmu, bagaimana tidak? Untuk membalas pesanku saja kamu tidak ingin, jangankan membalas, bahkan untuk membacanya saa kamu gak ingin, mungkin bagimu ini cukup sederhana, bagiku itu berarti, aku mengirim pesan itu dengan susah payah mengumpulkan keberanian, menimbang apakah pesan itu tidak apa2 jika dibaca olehmu, banyak pertimbangan, meskipun akhirnya kamu tak membalasnya bahkan tak membacanya, bahkan soal instagram yang tak kanu follow back, aku kadang iri sama orang lain, tapi tak masalah jika kamu tak menginginkannya, aku tak masalah selama aku masih bisa melihat foto2 mu, oh ya foto yang terakhir kali kamu upload di ig, ganteng, kamu gendutan deh, syukurlah kamu bisa menjaga kondisimu dalam kesibukanmu...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar