Kamis, 17 September 2015

😭

Mungkin inilah yang saat aku rasakan, mencintai seorang pria yang selama ini aku cari dan idam-idamkan, seorang pria yang baik, lucu, pintar dan punya pendirian yang kuat. Seorang pria yang telah mampu membuat aku tidak tidur semalaman karena memikirkanya, membuatku berimajinasi dan bermimpi tentang cinta yang indah. Tapi aku tak pernah punya keberanian untuk mendekatinya. Bahkan berbicara kepadanya pun aku tak berani, nyaliku ciut, tapi keinginanku untuk memilikinya sangat besar.

Namanya selalu memenuhi tiap lembar diaryku, harihariku tak pernah lekang tentang dia, walau aku tak pernah bertemu secara langsung dengannya, kami memang tak pernah bertemu semenjak pertemuan pertama kali kami yang kebetulan.
Tapi semua perasaan ini justru membuat aku hamper gila, bagaimana tidak, aku tak pernah bisa berhenti untuk memikirkannya, tak sedetikpun, sedang orang yang aku pikirkan belum tentu memikirkan aku, bahkan mungkin dia tak pernah tau tenang perasaanku. Aku telah mencoba melupakannya, tapi tiap kali aku berusaha melupakannya justru aku semakin ingat semua tentang dia, bahkan seperti ada sesuatu yang aku rasakan bahwa aku tak boleh melupakannya.

Selasa, 01 September 2015

aku bahagia~

Hai Anan. Apa kabar? Baik kan? aku selalu berharap kamu bahagia. Meski gak sama aku. aku cuma pengen bilang, terima kasih atas perkenalan singkat yang berharga ini, aku berharap kita akan dipertemukan kembali dilain kesempatan di waktu yang tepat. mungkin pertemuan kita kali ini emang bukan waktu yang tepat. Kalo Allah mengizinkan kita akan ketemu lagi nanti. meskipun sedikit kemungkinannya.
Anan, aku bahagia mengenalmu, aku bahagia mengagumimu, aku bahagia mencintaimu. Meskipun mencintaimu sesakit ini, tapi aku rasa rasa sakit ini adalah yang rasa sakit paling indah.
Aku bahagia melihatmu bahagia~