Minggu, 30 Oktober 2016

~~~~~

sebuah keluarga yang harmonis, yang lengkap dengan ayah, ibu, bahkan kakak atau adik. membayangkan betapa bahagianya saja ku gak bisa.
ya, takdirku adalah hidup disebuah keluarga broken home dan mempunyai seorang kakak yang belum sempat aku bertemu dengannya Allah sudah mengambilnya terlebih dahulu, ayah dan ibuku bercerai saat usiaku 5 tahun. saat itu yang ku tahu ayahku bekerja di kota Jakarta. sehingga aku tak pernah menanyakan dimana beliau. sesekali ibuku mengajakku untuk menyusulnya ke Jakarta, Cijantung Jakarta Timur ku ingat sekali. saat itu aku yang tidak mengerti apa-apa tiba-tiba mendapati ayahku dengan perempuan yang bukan ibuku, pertemuan berikutnya mereka mempunyai anak namanya lelaki. yang sekarang ini mungkin seusia anak SMP.
sampai saat aku usia SMA, tepatnya Agustus 2010, aku mendapati kabar bahwa ayahku meninggal dunia, aku memang mendapat kabar kalau beliau sakit dan aku sudah sempat menjenguknya, pada saat aku menjenguknya beliau sudah tak dapat melihatku karena sebuah kecelakan membuat matanya menjadi buta dan telinganya sedikit terganggu. waktu itu perasaanku begitu kacau, disatu sisi aku benar-benar sakit hati dan kecewa karena bahkan beliau tak pernah menengokku, apalagi memberiku nafkah,di ini pertama kalinya aku bertemu dengannya setelah pemikiranku mulai mengerti dengan apa yang terjadi. tidak lama setelah aku menjenguknya, aku mendapat kabar jika beliau sedang kritis. aku diantar oleh Om segera ke Boyolali. aku tau mungkin aku salah, tapi setelah sampai disana aku bukannya langsung menemuinya, aku masih merasa sakit hati dan kecewa, sampai beberapa jam aku baru menemuinya, aku berjabat tangan dengannya, dan seketika itu beliau menghembuskan nafas terakhirnya, seketika itu aku menangis. antara menyesal dan harus bisa memaafkan tapi masih sulit. ah begitu sulit menggambarkan bagaimana perasaanku saat itu.
sebelum ayahku meninggalkan kami semua, aku sudah terbiasa tanpanya, aku sudah terbiasa hanya dengan ibuku, berdua saja sampai saat ini. ibuku yang selalu berjuang untukku, beliau bekerja pontang panting untuk kehidupanku, ke Jakarta, sampai ke Malaysia. saat itu aku masih kelas 6 SD. kalau ibuku tidak ke Malaysia mungkin aku tidak bisa melanjutkan sekolah ke SMP. untunglah aku bisa masuk SMP favorit yang negeri sehingga biayanya tidak semahal sekolah swasta. dan saat itu beliau berangkat tanpa ku ketahui, yang ku tahu beliau meninggalkan surat yang memberitahukan bahwa beliau harus bekerja agar aku tetap bisa sekolah, dan beliau meninggalkan satu lembar 20.000 rupiah. saat itu itu begitu besar, sampai aku tak ingin menggunakannya untuk apapun.
beliau pulang waktu aku kelas 2 SMP. dan lagi-lagi beliau harus pergi lagi waktu aku kelas 3 SMP agar aku bisa melanjutkan SMA. dan untungnya aku juga bisa masuk sekolah negeri. dan di SMA itu aku bener-bener merasa kalau aku sendiri yang waktu wisuda gak ada yang mendampingi, seseorang yang ku sebut Pakde yang biasanya menjadi wali muridku sedang tidak bisa hadir, omku, tanteku dan semuanya gak ada yang bisa dateng. gimana rasanya gak ada siapapun waktu wisudamu SMA.
sampai aku kuliah, aku diterima dijurusan akuntansi dan kebidanan, waktu itu ibuku menyarankan agar aku masuk kebidanan. aku menurutinya, dan hingga aku lulus kuliah ibuku masih bolak-balik ke Malaysia. 
aku masih belum bisa membahagiakan ibuku, aku belum mendapatkan pekerjaan yang bisa membanggakannya. aku begitu merindukannya, aku begitu menyayanginya.
semoga Allah menjawab doa-doaku agar ibuku selalu bahagia, dan aku bisa mendapat pekerjaan yang membahagiakan.
Miss you momsky :*

Jumat, 28 Oktober 2016

ku sebut kamu rindu...

pasti kamu pernah merasakan dimana sepanjang harimu selalu memikirkan satu orang dan entah kenapa itu susah digantiin dengan hal apapun. dan itu yang aku alami kalau aku gak ketemu kamu sehari aja, boleh dibilang lebay, tapi aku yang rasain.
karena tugas akhir yang menyita banyak waktumu, aku bahkan tak kebagian waktumu, haruskah sehari lebih dari 24 jam khusus untukmu? yaa i'm jealous of the people who get to see you everyday. tapi aku gak seegoisku buat selalu minta waktumu, bagiku rindu itu menyenangkan, meskipun menyiksa. karenanya aku mengerti, bagaimana harus membunuh rindu,
kamu memang tak perlu tau tentang rinduku untukmu, bagiku ini hanya soal waktu yang belum berpihak padaku untuk membagi resah dan gelisahku padamu. aku juga tak akan meneriakkan rinduku ini ditelingamu.
meskipun terkadang menyiksaku, akan kutahan sebisa mungkin, aku tak ingin menganggumu, aku hanya akan menunggumu menyapaku. menunggu itu juga kadang membosankan, bukan? tetapi menunggumu selalu kubuat menyenangkan. 
lalu bisakah kau jelaskan, bagian mana yang bisa ku rindukan darimu? bisakah kau jelaskan mengapa rindu ini menyebar luas di diriku?
sampai bertemu setelah tugas akhirmu selesai ya, jangan abaikan kuliahmu karena hobimu :)
i miss you, seseorang yang beberapa hari ini tak akan bisa ku temui :))

Rabu, 26 Oktober 2016

selalu ada pelangi setelah badai datang~

hallo blog gue yang lama sekali kutinggalkan, maafkan karena membuatmu usang hehe..
lama banget gak ngeblog, gak tau kenapa pengen aja ngeblog, banyaak banget cerita yang terlewatkan..soal kehidupan, soal pekerjaan, soal asmara..ah asmara, ngomongin soal asmara, akhir-akhir ini lagi gak baik..
deket sama seseorang yang selalu ada buatku, yang selalu perhatian, yang selalu ngertiin, ya, sebut saja dia M, hari itu bener-bener bikin kecewa banget, hari dimana aku tau kalo orang yang kusebut pacar, membuat pengakuan yang berhasil membuatku menangis semalam, bagaimana tidak? dia yang selama ini ku banggakan, ternyata berkhianat, bukan itu saja, dia berkhianat dengan sahabatku sendiri, apa benar-benar gak ada orang lain didunia ini sampek harus dia? kamu udah cukup buat disebut tega kan? ya meski awalnya kalian tak mengakui, pada akhirnya kalian mengaku, dan aku? mau gak mau harus menerima kan, aku pikir kita semua masih bisa berteman, tapi mungkin kalian tak menginginkannya, cewekmu yang baru yang notabene sahabatku sendiri tega sampe menghapus kontakku, ah sudahlah, bagiku lebih baik tau sekarang daripada semakin berlarut. toh sekarang ini aku sudah bisa move on, hidupku jauh lebih baik, gak bisa kusebut sebagai penggantimu, karena aku yakin kamu gak akan terganti, tapi ada seseorang, bukan orang baru memang, mungkin kau juga mengenalnya, dia bener-bener selalu ada, dia bener-bener bikin aku nyaman, sebut saja dia A, dia emang gak romantis, tapi dia tau caranya ngtreat cewek, dia emang kadang freak tapi dia tau caranya jadi humoris buat bikin aku ketawa, dia emang gak segagah kamu tapi dia tau caranya melindungi, dia emang sempurna, jangan salahkan aku kalau aku terus memuji dia, ya meskipun dia cuek, tapi dia tau caranya gak bikin orang khawatir, dia bahkan mau menyukai apa yang kusukai, memang bukan keharusan, tapi nyatanya automatically aku atau dia saling menyukai apa kita sukai, dia mengerti bagaimana harus jadi cowok keren versi gue, apalagi saat main bassnya kerennya nambah 100%. ya kamu tau, kalo dari dulu aku paling suka sama cowok yang bisa main musik.
aku berdoa untuk mu, semoga kamu bahagia dengan sahabatku, inget, kamu bertanggungjawab atas kebahagiaannya karena itu pilihanmu, biarkan aku juga memilih bahagiaku sendiri, jangan pernah menghubungiku dibelakang sabahatku, aku sudah benar-benar merelakanmu untuknya, meskipun sekarang dia bukan lagi sahabatku karena dia memtuskan semua kontaknya denganku bahkan tak ingin saling sapa denganku.
aku sudah nyaman dengan A yang sekarang ini selalu ada buatku :)

Selasa, 15 Maret 2016

In my dream, you have no end~

Maaf..maaf karena terlalu sering terlihat bodoh. Terkadang ini juga diluar kontrol diriku sendiri. Mungkin bagimu aku hanya seseorang yang bikin kamu ilfil. Tapi kamu buat aku, masih sama Nan. Aku masih sering merindukanmu masih sering memimpikanmu. Tanpa tahu penawarnya, semua itu terus berjalan. Dan tetap seperti ini, aku masih dengan rasaku sendiri, jatuh cinta sendirian.
Satu hal yang buat aku masih gak nyaman sama rasaku, ia mengubahmu. Didepanmu dan mereka aku harus terlihat kalo aku udah move on dari kamu, but in my dream, you have no end. Aku harus lebih memendamnya dalam2. Harapanku kamu bisa kayak dulu lagi, tapi aku kan cuma bisa berharap. Bahkan saat ini hubunga  kita gak begitu baik, gak ada saling sapa, tapi aku bisa apa? Aku gak bisa apa2. Itu adalah pilihanmu, yang aku sendiri gak bisa merubahnya. 
Dulu waktu aku lagi hancur2nya, waktu itu aku eva anir lagi karaokean, dan saat itu aku bener2 menangis sejadinya, sampai aku hampir memutuskan untuk mengatakan semuanya padamu. Untung saja waktu itu kamu sedang tidak bisa. Apa jadinya kalo waktu itu aku jadi mengatakan semuanya padamu? Pasti aku terlihat sangat bodoh. 
Sampai saat ini aku masih sering selalu ingin tahu apapun tentang kamu, ingin tahu tentangmu lebih dari yang orang lain tahu, tapi saat ini aku bahkan gak pernah tahu kabarmu, apa kamu baik2 aja, apa kamu udah punya pacar lagi, apa kamu masih tetap kayak dulu, aku gak tahu apapun tentangmu.
Menyedihkan ya? 

Minggu, 21 Februari 2016

Masih bulan februari

Masih dibulan februari yang selalu mengingatkanku tentangmu~
Aku lagi pelatihan APN nih Nan, jadi inget dulu waktu praktik jaman kuliah selalu posting tentang kamu, ini juga lagi baper tentang kamu lagi. Meskipun aku sudah tak berharap padamu, duniaku masih dipenuhi olehmu, sempat beberapa hari lalu aku memasang display picture bareng kamu waktu di Bandung. Tebak berapa orang yang hari itu marahin aku karena belum move on dari kamu? Banyak Nan, Bahkan temenmu juga, dia bilang 'tak delcont lho kowe mon'. Banyaklah yang protes.

Selasa, 09 Februari 2016

9 Februari yang pertama~


Halo Anan, How r U? lama banget ya gak ketemu. Mungkin cuma aku yang inget hari ini, sore itu hujan mengguyur Jogja, tepatnya Imogiri. lebih tepatnya lagi Perumahan Puri Tamanan Indah Blok C1. waktu itu salah seorang sahabatku sedang patah hati, dia putus dari pacarnya yang sudah dipacarinya. Tiba-tiba saja kita berencana ingin jalan-jalan ke Bandung. Dan gak nyangka Nadia merespon ajakan kita lalu dia ke kontrakan dengan mengajak satu temannya, iya itu kamu. Dan itu saat aku pertama kali kenal dan bertemu denganmu. Rasanya susah dijelaskan, aku jadi sering lebih memperhatikanmu sejak saat itu. Apalagi sewaktu ke Bandung, itulah saat aku bisa deket-deket kamu tanpa orang lain curiga karena saat itu cuma aku yang tahu semuanya. Inget waktu di Transstudio? Tiket kita kebetulan satu buat berdua, dan yang bukan kebetulan adalah aku harus satu tiket denganmu, itu sengaja aku atur. Biar aku bisa setiket sama kamu, dan itu berhasil



Nah sejak saat itu, kita menjadi lebih sering ketemu. Karena di Jogja kita sering hang out bareng, meskipun gak berdua sih. Tapi aku bisa curi-curi pandang ke kamu setiap kita jalan. Kita ke Mall bareng, sekadar jalan-jalan, karaoke, makan bareng, buka bersama, atau kemanapun ketika itu ada kamu aku seneng banget. Sampai suatu saat, Mungil tahu tentang ini semua, lama-lama Nadia tahu, Mas Dika, Angga, Cindy, Nawan dan bahkan kamu juga tahu entah dari mana. Itu saat yang bikin aku dan kamu menjauh.

Pertemuan terakhir kita adalah waktu buka puasa bareng di sebuah pecel lele deket UAD. Itu bulan Juni Nan, lama banget ya. Mungkin kamu atau siapun pikir aku sudah benar-benar move on, tapi pada kenyataannya aku masih belum Nan, aku cuma gak pengen aja semakin jauh. kalau tahu semuanya akan jadi kayak gini aku bakal pendem bener rasaku Nan, karena jatuh cinta sama kamu mungkin salahku. Ah sudahlah toh kamu juga gak tau dimana sekarang. Aku kangen kamu, Anan.


Beberapa barang yang bikin aku inget kamu.



Kenapa harus barang itu? waktu itu kita lagi mau jalan-jalan, kita cewek-cewek lagi dandan di kamar, tiba-tiba Angga masuk minjem sisir, terus kamu juga masuk. Kamu bikin kita semua ketawa dengan barang itu, itu kan deodoran, tapi kamu pake kayak parfum. padahal disitu jelas ada parfum. ada-ada aja kamu.




Ada lagi Nan, waktu itu kita lagi ke solo, main ke Solo Square, nah sambil nunggu buka puasa kita ke Timezone. kebetulan bingung mau dituker apa, waktu itu dituker boneka buat Najwa, terus aku pengen Gelang sama ikat rambut. dan itu yang milih kamu Nan, makeknya suka sedih, jadi inget kamu.


ada lagi kenanga waktu di Solo, nih ballon, waktu itu keluar dari SS, ada seorang kake berjualan di depan Mall besar itu. Dan kita berhenti buat beli Bolla itu, karena gak tega sama kakeknya, bolla yang dibeli warna merah sama hijau kayaknya. Entah kenapa karena bola hijau itu kamu yang milih sama kamu yang main-mainin aku bawa bola itu, padahal aku jelas gak suka banget sama warna hijau. sampai saat ini kebetulan barang itu masih ada semua Nan. 

Sebenernya masih banyak Nan, yang bisa bikin aku inget sama kamu. Pelajaran buat aku, gak selamanya cinta itu terbalas, gak selamanya apa yang kita pengen berjalan sesuai rencana. ah mungkin aku dan kamu belum berjodoh, aku mungkin akan menemukan yang lebih baik dari kamu, dan kamu juga menemukan yag terbaik buat kamu, semoga cepet move on dari Ayash ya.
Selamat tanggal 9 Februari yang pertama Anan :')