Sabtu, 27 Juni 2015

cerita tentangmu selalu panjang~

Entah ini sudah postingan keberapa, ini masih sama tentang sosok yang ku sebut Anan. dua hari lalu benar-benar membuktikan bahwa aku dan dia bisa berteman seperti dulu, ya terang saja akhir-akhir ini dia emang menghindariku. Aku bukannya berharap padamu lagi, aku tahu pasti kalo hati seseorang tidak akan pernah bisa dipaksakan. Aku berterima kasih karena kau membiarkanku menjatuhkan hatiku padamu, meski diam-diam. Setidaknya aku masih bisa menikmati pesonamu dari sudut sini.
Aku dan Anan mungkin belum berjodoh, toh kita masih tetap bisa berteman, mungkin yang Anan rasakan sama seperti yang kurasakan ketika seseorang mendekatiku dan aku mengabaikannya. Ternyata rasanya sesakit ini.
Pernah ditanya, ada banyak yang lain, kenapa harus Anan? Siapapun tak akan pernh tahu jawabannya bahkan aku sendiri. Semua tidak membutuhkan alasan..aku tak butuh alasan kenapa aku sayang kamu. Aku juga tak harus punya alasan untuk tetap bertahan dalam diam. Jadi tak akan pernah ada jawaban untuk pertanyaan itu. Kalian akan tau jawabannya saat kalian merasakan hal yang sama yang kusebut jatuh cinta.
Tak pernah terpikirkan aku akan jatuh cinta sama Anan. Dari yang ku tahu dia masih sayang sama mantannya. Ya aku gak pernah tahu pasti karena aku dan Anan justru sangat jarang berkomunikasi, inilah hebatnya dia, aku terpesona bahkan sebelum mengenalnya lebih jauh. Sorry kalo aku pernah menyebutmu pria jahat, itu hanya khilafku karena terlampau kesal.
Sekarang pikiranku sudah lebih terbuka, aku menerima semuanya. Aku akan menutup diam-diam semua ini. Aku harus bisa kali ini aku harus berpura-pura aku tidak apa-apa. Perlahan aku pasti bisa Anan.
Panjang ya kalo nulis tentang Anan. Terima kasih karena membiarkanku jatuh cinta diam-diam. Karena bersikap seperti dulu lagi, terima kasih Anan. Tetaplah bersahabat karena sahabat bisa menjadi kelurga~

Minggu, 21 Juni 2015

jatuh cinta

Pernah jatuh cinta? Jatuh cinta yang aneh. Iya aneh. Aku bahkan langsung menjatuhkan hatiku padanya ketika pertama kali aku melihatnya. Terserah mau dibilang apa, sejak saat itu dia benar-benar memenuhi pikiranku. Sebut saja dia Anan. Sosok laki-laki yang baru ku kenal bulan februari lalu. Dia sepertinya pria baik. Dari yang ku tahu, dia pria cuek. Iya dia jelas terang-terangan mengabaikanku. Aku sepenuhnya sadar. Tapi rasanya begitu sulit menghapus semuanya. Aneh memang, aku bahkan tidak pernah berkomunikasi atau sekedar ngobrol sama dia. Bahkan line terakhir dibulan maret dulu ketika dia menanyakan jalan menuju sebuah stadion di magelang sampai saat ini belum terbaca. Padahal asal dia tau, aku sampai harus pulang waktu itu juga karena hapeku lowbat dan harus menggunakan charger aslinya. Iya aku harus pulang dari kampus hanya untuk membalas pesannya. Aku tak ingin ia menunggu lama. Tapi apa? Bahkan sampai detik ini masih belum bertanda 'read'. Aku tak peduli apa yang semua orang bilang tentang perasaanku padamu. Yang aku tahu aku tulus sayang sama kamu, meskipun aku tak mengenalmu sepenuhnya.
Aku sedih. Saat kamu sudah tahu dan kamu benar-benar menghindariku. Diabaikan olehmu saja aku sudah benar-benar sedih. Ditambah lagi aku tak lagi sering melihatmu. Bahkan kamu tak berkenan untuk sekedar berteman denganku. Aku tak akan bersalah sangka padamu. Aku mengerti keputusanmu. Aku mengerti mungkin sebagai temanmu saja aku tak pantas. Bagaimanapun aku harus tetap biasa saja. Aku tak ingin memperburuk semuanya. Aku terima apapun perlakuanmu seperti saat ini. Hakmu sepenuhnya untuk mau berteman dengN siapapun ataupun tak berteman dengan siapapun termasuk aku. Aku akan tetap mempertahankan ini diam-diam, dibelakangmu. Aku tak apa tersakiti, aku cukup berpura-pura aku sudah melupakanmu bukan? Oke akan kulakukan. Jangan tanya sakit apa enggak, aku tak masalah dengan semuanya. Bahkan kamu mau tetap mengabaikanku seperti orang jahat, itu terserah kamu. Yang ku tahu aku sayang kamu. Aku berkali-kali bilang akan menutup buku, nyatanya aku tak mampu. Aku masih terus berada di zona ini. Biarkan aku jatuh cinta sendirian. 

Kamis, 18 Juni 2015

😞

Selamat pagi Anan! Udah sahur belum kamu?
Anan, aku kok sering kepikiran kamu lagi sih. Padahal aku udah berhasil loh move on . Tapi akhir2 ini kamu serinh jadi alasan mengapa aku sering melamun, itu karena fokusku cuma ke kamu.
Kamu masih jadi orang itu Thole. Aku tau aku gak boleh kayak gini, tapi gimana caranya sedangkan kamu selalu disini Nan. maafin aku ya belum bisa move on dari kamu. Harusnya kita emang cuma temen Nan. Semoga kita tetap bisa menjadi seperti saudara ya Nan. Iloveyou but.....

Sabtu, 13 Juni 2015

Anan lagi

Happy Sunday Anan!
Inget gak aku pernah bilang kalo aku bakalan memilih langkah setelah aku tau perasaanmu, tapi apa? Ternyata gak semudah bayanganku waktu itu, bahkan ketakutanku selama ini benar2 terjadi, kita bukannya semakin mendekat tapi semakin menjauh. Sadar atau tidak tak pernah ada percakapan antara kita, semakin canggung. Mungkin cuma waktu yang bisa mengembalikan seperti dulu. Aku tidak menyalahkanmu dengan sikapmu sekarang ini, ini karena aku sendiri yang membuatnya. 

Kamis, 11 Juni 2015

kamu orang kedua~

Maaf Anan sekali maafin aku, aku masih berusaha, aku berusaha setegar mungkin aku berusaha sebisa mungkin lupain rasa ini, kamu tolong jangan berubah ya, kamu, aaku pasti bisa kok, aku cuma butuh waktu buat biasa aja sama kamu
Aku pernah kayak gini Nan, waktu itu sama seseorang yang kusebut mister D, dia juga bisa bikin aku kayak gini, bedanya dia gak secuek kamu, dia orangnya care,jadi aku gak sesakit ini Nan, mungkin kamu risih sendiri kan ngeliatnya, maafin aku. Aku yang salah
Tunjukkan aku gimana caranya Nan, ajarin aku kayak kamu, aku pikir semua ini gampang, berat ternyata, disatu sisi aku gak pengen aku nangis terus karena kamu, disatu sisi aku gak bisa menahannya, sakit ya Nan ternyata, kalo aku bisa milih aku gak pemgen kayak gini Nan, kamu dan mister D itu sama, dua orang yang pernah bikin aku kayak gini~
£]suatu saat aku pasti bisa Nan, percaya sama aku, jangan sampai semuanya rusak ya? sadar atau enggak pertemuan waktu itu atau pertemuan semalam bahkan kita gak bertegur sapa loh, bahkan salaman, padahal kita bersama selama berjam2 dan itu semua bisa disebut biasa? Embuh Nan, aku gak ngerti sama diriku sendiri~

Rabu, 10 Juni 2015

maaf~

Hai Anan, long time no see. Kamu masih sama, kamu masih ganteng. Ah sorry, aku gagal, aku gagal mempertahankan pilihanku, aku gagal membulatkan tekad untuj tak lagi mempedulikanmu, maaf, aku bukannya ingin menyalahkanmu, ini bukan salahmu, kamu berhak kok kayak gt, mungkin aku cuma gak siao harus seperti ini, aku terlalu pengecut untuk mengakui kalo aku emang belum sepenuhnya melupakanmu, bagaimana bisa aku melupakanmu begitu cepat? Bagaimana bisa aku bersikap biasa saja sedangkan dalam hati ini beda?
Aku pikir aku sanggup, aku pikir aku bisa bertahan, nyatanya aku tidak bisa, aku akan tetap berusaha Anan, sesulit apapun itu aku harus berusaha, ini kan salah aku, benar katamu 'siapa suruh suka sama aku?'
Iya emang gak ada yang salah dari perkataanmu,.emang aku yang salah, hari ini aku bener-bener kecewa dengan sebuah pernyataan darimu, entah sengaja atau tidak aku mendengarnya dengan jelas, ini soal pengabaian
Sekali lagi, aku gagal menahan tangis didepanmu, aku gagal membuang rasaku, aku gagal bersikap biasa aja, aku gagal Anan~ maaf
Enaak ya jadi kamu, bisa ketawa lepas gt, aku? Aku mana bisa, buat pura2 aja butuh banyak usaha.

Selasa, 02 Juni 2015

bahagia aja dulu~

pernah ngerasa2in sakit hati yang sesakitsakitnya?  Enak gak? Itu yang lagi aku rasain sekaran, tapi ya gapapalah, ini adalah proses hidup ku, yang menjadikan aki jadi lebih dewasa, jadi bisa lebih milih mana yang harus aki perjuangin mana yang harus aku pilih mana yang harus aku tinggalin~Yang jelas untuk saat ini, hatiku sedang tidak ingin jatuh cinta, menyukai atau disukai, masih gak siap aja ini hati buat disakiti, masih ada bekasnya~ emang sih salah aku juga kok, ya aku yang salah!
yaudah yuk nikmatin aja yang ada, bahagiain diri sendiri aja dulu sebelum bahagiain orang lain, i'm single and very happy! 😊