Entah ini sudah postingan keberapa, ini masih sama tentang sosok yang ku sebut Anan. dua hari lalu benar-benar membuktikan bahwa aku dan dia bisa berteman seperti dulu, ya terang saja akhir-akhir ini dia emang menghindariku. Aku bukannya berharap padamu lagi, aku tahu pasti kalo hati seseorang tidak akan pernah bisa dipaksakan. Aku berterima kasih karena kau membiarkanku menjatuhkan hatiku padamu, meski diam-diam. Setidaknya aku masih bisa menikmati pesonamu dari sudut sini.
Aku dan Anan mungkin belum berjodoh, toh kita masih tetap bisa berteman, mungkin yang Anan rasakan sama seperti yang kurasakan ketika seseorang mendekatiku dan aku mengabaikannya. Ternyata rasanya sesakit ini.
Pernah ditanya, ada banyak yang lain, kenapa harus Anan? Siapapun tak akan pernh tahu jawabannya bahkan aku sendiri. Semua tidak membutuhkan alasan..aku tak butuh alasan kenapa aku sayang kamu. Aku juga tak harus punya alasan untuk tetap bertahan dalam diam. Jadi tak akan pernah ada jawaban untuk pertanyaan itu. Kalian akan tau jawabannya saat kalian merasakan hal yang sama yang kusebut jatuh cinta.
Tak pernah terpikirkan aku akan jatuh cinta sama Anan. Dari yang ku tahu dia masih sayang sama mantannya. Ya aku gak pernah tahu pasti karena aku dan Anan justru sangat jarang berkomunikasi, inilah hebatnya dia, aku terpesona bahkan sebelum mengenalnya lebih jauh. Sorry kalo aku pernah menyebutmu pria jahat, itu hanya khilafku karena terlampau kesal.
Sekarang pikiranku sudah lebih terbuka, aku menerima semuanya. Aku akan menutup diam-diam semua ini. Aku harus bisa kali ini aku harus berpura-pura aku tidak apa-apa. Perlahan aku pasti bisa Anan.
Panjang ya kalo nulis tentang Anan. Terima kasih karena membiarkanku jatuh cinta diam-diam. Karena bersikap seperti dulu lagi, terima kasih Anan. Tetaplah bersahabat karena sahabat bisa menjadi kelurga~
Aku dan Anan mungkin belum berjodoh, toh kita masih tetap bisa berteman, mungkin yang Anan rasakan sama seperti yang kurasakan ketika seseorang mendekatiku dan aku mengabaikannya. Ternyata rasanya sesakit ini.
Pernah ditanya, ada banyak yang lain, kenapa harus Anan? Siapapun tak akan pernh tahu jawabannya bahkan aku sendiri. Semua tidak membutuhkan alasan..aku tak butuh alasan kenapa aku sayang kamu. Aku juga tak harus punya alasan untuk tetap bertahan dalam diam. Jadi tak akan pernah ada jawaban untuk pertanyaan itu. Kalian akan tau jawabannya saat kalian merasakan hal yang sama yang kusebut jatuh cinta.
Tak pernah terpikirkan aku akan jatuh cinta sama Anan. Dari yang ku tahu dia masih sayang sama mantannya. Ya aku gak pernah tahu pasti karena aku dan Anan justru sangat jarang berkomunikasi, inilah hebatnya dia, aku terpesona bahkan sebelum mengenalnya lebih jauh. Sorry kalo aku pernah menyebutmu pria jahat, itu hanya khilafku karena terlampau kesal.
Sekarang pikiranku sudah lebih terbuka, aku menerima semuanya. Aku akan menutup diam-diam semua ini. Aku harus bisa kali ini aku harus berpura-pura aku tidak apa-apa. Perlahan aku pasti bisa Anan.
Panjang ya kalo nulis tentang Anan. Terima kasih karena membiarkanku jatuh cinta diam-diam. Karena bersikap seperti dulu lagi, terima kasih Anan. Tetaplah bersahabat karena sahabat bisa menjadi kelurga~