sempurna meleleh ~
benteng pertahanan yang selama ini kubangun, seperti hancur sia-sia
tepat dini hari dihari jumat lalu, hanya karena sebuah status di sosial media, semua hancur
aku mohon dengan sangat, jangan menyiksaku lebih parah lag, aku benar-benar tidak ingin pergi, aku benar-benar tidak ingin lost contact ini semakin berkelanjutan. entah seperti apa tepatnya, tetapi rasanya sangat menyakitkan dari luka apapun. aku sungguh tidak pernah mengerti, jika menurutmu ini yang terbaik, bagian mana yang kamu sebut terbaik?
nyatanya, dengan pacarmu yang dulu, kita bahkan bisa berhubungan baik, apakah kali ini sungguh tidak bisa? menjalaninya seperti yang sudah terjadi sebelum keputusan terakhirmu untuk menghapusku dari kontak bbm mu benar-benar membuatku merasa tidak adil. kenapa rasanya begitu menyesakkan ketika aku benar-benar mencoba merelakanmu? tidak bisakah aku memaksamu? apakah aku terlalu egois?
mungkin aku yang bukan siapa-siapa ini selalu merepotkanmu, selalu membuatmu merasa bersalah, selalu menuntut ini itu darimu, selalu mengingat janji-janji yang bahkan tak sempat kau tepati, aku mengingatnya.
kau tidak pernah tahu dan kau tidak harus tahu betapa sulitnya aku mencoba menerima keinginanmu, tidak bisakah hanya menyapaku malam ini?tidak bisakah hanya mengirim satu pesan pun? meskipun isinya hanya cacian untukku?
aku memang pernah berjanji untuk tak mengusikmu, tetapi ini sungguh tidak adil bagiku, jika kau dengan bebas mengetahui semua sedangkan aku tidak. meskipun aku yakin kau tak pernah ingin mengetahu.
aku bahkan menyadari seseorang disampingku jauh lebih bisa membahagiakanku, tetapi hati tidak bisa berbohong. meski sering kali aku berkata tentang move on.
sekali lagi, tidak bisakah aku memaksamu? bisa tolong katakan bagaimana aku bisa menghentikan air mata yang menetes ketika itu tentang kamu? tidak bisakah hanya menjawabnya?
engkau sempurna pergi membawa sepotong hatiku ~

q