Aku sendiri tidak mengerti, untuk
apa air yang mendadak jatuh dari sudut mata. Tiba-tiba saja tak bisa kubendung.
Aku tidak ingin tinggal, tapi aku
lelah berlari
Aku lelah berharap, tapi pikirku
tiada berhenti
Aku tak ingin jatuh, tapi kakiku
tak mampu menopangku
Semua ingin aku bungkus dan
kubuang jauh agar tak lagi tersisa harap. Namun, disisi lain aku sama sekali
tak ingin mengakhiri kebodohan ini. Bagiku, kamu istimewa, tidak mudah bagiku
untuk begitu saja melepasmu, aku akan mengumpulkan keberanian untuk
menyampaikannya padamu secara langsung, agar aku tahu aku harus berbuat apa,
aku tidak bisa diam saja seperti ini, jika rasamu tak sama aku ingin
mendengarnya langsung darimu, aku tak peduli apakah saat itu aku sanggup
mendengarnya. Aku hanya ingin mendengar langsung dari mulutmu, nanti jika ada
waktu yang tepat untuk kita bertemu aku akan mengungkapkannya, aku akan
menyampaikan padamu, asal kamu janji jangan pernah berubah setelahnya, tetap
seperti ini ya Anan?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar