Jumat, 27 Februari 2015

dear heart, why him?

Teruntuk kamu seseorang yg selalu kunantikan kehadirannya. Teruntuk kamu sesorang yg ingin ku lihat tatapan matanya. Teruntuk kamu seseorang yg indah senyum nya. Teruntuk kamu, orang yg beberapa waktu terakhir membekukan waktuku untuk sementara. aku selalu menantikan waktu saat aku bisa duduk disebelah kamu semalaman tadi. benar-benar 3 jam yang menyenangkan, lalu aku terus berharap akan ada waktu seperti itu lagi dan lagi ~
kenapa harus kamu? 
aku pernah merasakan hal seperti ini waktu SMA dulu, itu dulu. bahkan aku sudah lupa rasanya sebelum aku bertemu kamu. aku pernah merasakan rasa degdegan saat kedua mataku beradu dengan mata seseorang, dan sekarang aku merasakan lagi rasa yang sama bahkan lebih degdegan dari sekedar sidang proposal KTI yang kulalui beberapa saat lalu ~
aku pernah mencoba mengelak bahwa aku tidak ingin mengagumi yang selalu nggak nge-read bbm ku tapi eksis banget di IG. aku benar-benar tidak pernah merasakan dicuekin secuek-cueknya. seorang sahabat bilang kalau ini karmaku karena terlalu memilih cowok dan sering benar-benar cuek didepan mereka. awalnya aku hanya menikmati keindahanmu saat kita sedang bersama, tetapi tidak ada yang tahu kalau pada akhirnya aku akan menyukaimu. Ini juga bukan mau ku. Ini juga bukan salah mu. Bahkan semua nya tak pernah kita rencanakan. Tak pernah ku tahu kalau suatu saat nanti aku akan berkenalan denganmu. Perkenalan singkat dan sekejap. Takdir lah yg memainkan perannya. Tak ada yg tahu bahkan kita sendiri.
Begitu juga dengan rasa ku. Tak pernah ku rancang kalau suatu hari hati ini memilih untuk berlabuh menyukai mu. Sosok pria yg baru ku kenal. Pria baik? Itu pasti. Keyakinan ku mengatakan bahwa kamu adalah pria baik-baik. Lalu, salahkah aku jika aku menyukai mu?
Aku tahu tiada yg salah. Mengagumi sosok indahmu adalah anugerah terindah yg di kirim tuhan untuk ku. Setidak nya, setiap pagi ada semangat baru yg membuat ku tersenyum menyambut dunia. Siap melangkahkan kaki untuk melihat lagi sosok indah mu. Aku tahu, fokus ku tidak akan pernah berubah walaupun aku menyukai mu. Aku akan tetap mengejar apa yg telah menjadi mimpiku. Kehadiran mu tidak mengganggu atau bahkan menghentikan langkahku. Bahkan, sosok mu membawa semangat baru di setiap hari ku. Jika begitu adanya, berarti tidak ada yg salah dengan rasa ku. Mengaggumi dalam diam adalah solusi terbaik yg bisa kulakukan saat ini. Percayalah, aku tidak akan mengganggu rute perjalananmu.
meskipun aku sangat tidak menyukai posisi seperti ini, tetapi inilah satu-satunya pilihan yang bisa kupilih sebagai perempuan yang mengagumimu, tanpa bisa mengungkapkan rasa yang sesungguhnya sudah meletup ini, tanpa bisa ngobrol denganmu denga santai seperti aku ngobrol dengan orang lain, rasanya beda ketika aku di depanmu, rasanya aku satu-satunya perempuan yang paling beruntung bisa menikmati senyum manismu. aku bilang aku tidak akan memaksamu untuk memiliki rasa yang sama karena jatuh cinta memang tidak bisa memilih, kita hanya bisa memilih siapa yang akan kita perjuangkan.
aku menulis ini bukan agar kamu tahu rasaku ini, rasa yang mungkin akan tetap tersimpan rapih dihati. aku hanya ingin menulis karena menulis adala suatu cara untuk bicara, suatu cara untuk berkata, suatu cara untuk menyapa—suatu cara untuk menyentuh seseorang yang lain entah di mana. meskipun pada dasarnya juga menginginkan kamu tahu ~ 
matacrop, kamu jangan jadi orang jahat terus ya? yaya? aku yakin kamu pria baik ~
selamat malam matacrop ~ dan terima kasih juga malam ini memperlihatkan senyum manismu meskipun sesaat dan dan memberiku kesempatan untuk curi pandang tanpa kau sadari ~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar